Mengingat jumlah peserta yang cukup banyak, pelaksanaan ujian dibagi ke dalam dua lokasi terpisah, yakni Laboratorium IPA dan Laboratorium RPL. Pembagian ini terbukti efektif menjaga kondusivitas dan fokus para siswa selama ujian berbasis digital tersebut berlangsung.
Kesuksesan agenda ini tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi yang solid di tingkat internal sekolah. Tim Kurikulum SMK Muhammadiyah Pangkalan Bun bekerja sama secara intensif dengan seluruh wali kelas X dan XII untuk bertindak sebagai fasilitator pendamping. Mereka memastikan seluruh sarana teknis dan kesiapan mental peserta didik terpenuhi dengan baik sebelum ujian dimulai.
Kepala SMK Muhammadiyah Pangkalan Bun menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Balai Bahasa Kalteng serta tim fasilitator internal. Melalui pelaksanaan UKBI ini, sekolah berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya terampil secara kejuruan, tetapi juga memiliki kebanggaan dan kemahiran berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
.png)