Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan sekolah ini dipimpin langsung oleh Kepala SMK Muhammadiyah Pangkalan Bun, Syarif Winata. Agenda ini merupakan tindak lanjut strategis dari partisipasi Kepala Sekolah dalam kegiatan penguatan manajerial "Mengasah Nakhoda" yang diselenggarakan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dalam arahannya, Syarif Winata menekankan bahwa IHT kali ini merupakan sesi penguatan (refreshing) untuk memantapkan kompetensi guru yang telah berjalan sejak peluncuran Kurikulum Merdeka.
"Ini adalah kali ketiga kita memfasilitasi Komunitas Belajar (Kombel) dengan fokus perangkat pembelajaran. Tujuannya adalah memastikan setiap modul ajar yang disusun benar-benar mencerminkan standar Pembelajaran Mendalam, sehingga kualitas serapan materi oleh siswa dapat optimal," ujar Syarif.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta. Komunikasi dua arah terjalin dengan efektif, di mana para guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan teknis guna memastikan akurasi penyusunan perangkat pembelajaran. Dari total keseluruhan staf pengajar, tercatat hanya satu orang guru yang berhalangan hadir dikarenakan sakit.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan kesepakatan bersama mengenai batas waktu penyelesaian RPP/Modul Ajar Pembelajaran Mendalam. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi basis utama dalam pelaksanaan supervisi dan observasi kelas yang akan dilakukan oleh kepala sekolah dalam waktu dekat.
Melalui standarisasi perangkat pembelajaran ini, SMK Muhammadiyah Pangkalan Bun berkomitmen untuk terus menghadirkan ekosistem pendidikan yang berkualitas, relevan, dan berdampak bagi seluruh peserta didik.
